Harga minyak Brent sempat anjlok 7,63 persen menjadi USD104,77 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 7,36 persen ke USD96,46 per barel pada Senin (2/11/2026). Pelemahan terjadi seiring harapan negosiasi damai Amerika Serikat (AS) dan Iran melalui mediasi Qatar.
Namun, harga minyak kembali bergerak naik ke sekitar USD105 per barel pada Selasa setelah muncul laporan serangan AS di Pulau Qeshm, Iran.
Sementara itu, aktivitas manufaktur China masih menunjukkan ekspansi.
PMI Manufaktur RatingDog Oktober tercatat sebesar 52,0, melampaui ekspektasi 51,6 meski sedikit turun dari 52,1 pada September. Produksi tumbuh pada laju tercepat dalam enam bulan.
Pelaku pasar juga mencermati pemilu sela atau midterm election AS yang berlangsung pada 3 November 2026.
Hasil pemilu berpotensi mengubah komposisi Kongres dan memengaruhi arah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.