IDXChannel - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan kinerja positif pada tiga bulan pertama 2026. Perusahaan milik konglomerat Anthoni Salim itu membukukan laba bersih sebesar Rp2,96 triliun, tumbuh 9 persen secara tahunan.
Laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bersih Indofood yang naik 7 persen dari Rp31,56 triliun menjadi Rp33,89 triliun. Divisi Produk Konsumen Bermerek menyumbang Rp21,40 triliun atau 68 persen terhadap keseluruhan penjualan.
Divisi Bogasari milik Indofood berada di urutan kedua dari sisi kontribusi terhadap penjualan dengan capaian Rp6,75 triliun, disusul divisi Agribisnis lewat PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Rp3,63 triliun, dan Distribusi Rp2,1 triliun.
Margin laba usaha berada di level 19,3 persen meskipun laba usaha turun 6 persen menjadi Rp6,53 triliun. Hal ini terutama dipicu oleh lebih rendahnya laba kurs yang timbul dari kegiatan operasional.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Indofood, Anthoni Salim menilai, perseroan berhasil mempertahankan kinerja di tengah meningkatnya konflik geopolitik.
"Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," kata Anthoni dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (2/5/2026).
Posisi keuangan Indofood cukup kuat. Kas dan setara kas tercatat mencapai Rp50,2 triliun, naik 6 persen dalam tiga bulan terakhir. Angka itu belum memasukkan investasi jangka pendek sebesar Rp9,84 triliun.
Ekuitas Indofood juga cukup tebal sebesar Rp77,31 triliun dengan saldo laba Rp64,41 triliun. Dengan liabilitas sebesar Rp55,86 triliun, total aset perseroan mencapai Rp226,51 triliun.
(Rahmat Fiansyah)