Investor juga akan mencermati apakah reformasi seperti keterbukaan kepemilikan saham, foreign inclusion factor (FIF), dan jumlah saham beredar (number of shares/NOS) dapat benar-benar diimplementasikan secara konsisten.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai keputusan MSCI kali ini lebih positif dibanding sebelumnya karena tidak langsung membawa Indonesia ke skenario penurunan peringkat. Namun, ia mengingatkan volatilitas jangka pendek masih berpotensi meningkat karena ekspektasi pasar yang sebelumnya lebih optimistis.
“Masih ada peringatan bahwa jika implementasi reformasi yang dilakukan bursa tidak membaik hingga November, maka kita masih berpotensi akan d masukkan ke dalam list frontier market,” ujarnya.
Di sisi global, analis Gavekal Research Tom Miller dan Udith Sikand, dikutip Dow Jones Newswires, menilai status EM akan tetap menjaga Indonesia dalam mandat investasi global, sehingga menahan potensi arus keluar dana asing lebih lanjut.
Dari Maybank Sekuritas, analis Jeffrosenberg Chen Lim menyebut, dikutip Dow Jones Newswires, hasil ini cenderung netral hingga sedikit positif karena sudah terantisipasi pasar.