sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi Oktober Melandai, Rupiah Masih Jadi Penentu Arah Suku Bunga BI

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/11/2026 09:17 WIB
Inflasi Indonesia melandai pada Oktober 2026, tetapi tekanan biaya produksi dan pelemahan rupiah masih membayangi prospek kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).
Inflasi Oktober Melandai, Rupiah Masih Jadi Penentu Arah Suku Bunga BI. (Foto: BI)
Inflasi Oktober Melandai, Rupiah Masih Jadi Penentu Arah Suku Bunga BI. (Foto: BI)

Kondisi ini mengindikasikan adanya kenaikan terbatas pada harga-harga yang lebih mendasar, meskipun belum menunjukkan pemulihan permintaan domestik yang kuat.

Konsumsi masyarakat masih relatif lemah di tengah pemulihan ekonomi yang tidak merata atau berbentuk K-shaped recovery. Hal tersebut tercermin dari penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 107,1 pada September 2026, dari 108,2 pada Agustus 2026.

Di saat permintaan belum menunjukkan penguatan berarti, tekanan biaya dari sisi produsen justru meningkat. Hal ini tercermin dari pelebaran kesenjangan antara inflasi harga produsen (WPI) dan inflasi konsumen (CPI) menjadi 3,8 persen.

Menurut Jessica, kondisi tersebut menunjukkan tekanan biaya produksi yang semakin kuat dan berpotensi diteruskan kepada konsumen.

Rupiah Jadi Penentu Langkah BI

Meski inflasi tahunan sebesar 3,23 persen masih berada dalam kisaran sasaran BI sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen, Mirae Asset menilai perkembangan inflasi bukan satu-satunya faktor yang akan menentukan arah suku bunga.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Advertisement
Advertisement