SMLE membutuhkan dana segar untuk memperkuat rantai pasok global di tengah lonjakan permintaan bahan baku kimia khusus (specialty chemicals).
Rekam jejak R&D internal SMLE sebelumnya telah teruji lewat amanan kontrak pasokan bahan baku bernilai miliaran rupiah. Perseroan tercatat menyuplai produsen kosmetik PT Paragon Technology and Innovation senilai Rp7,83 miliar dan produsen makanan kemasan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk senilai Rp3,48 miliar.
Rencana aksi korporasi ini berlangsung di tengah penataan struktur kepemilikan saham perseroan di pasar sekunder yang semakin likuid. Divestasi terukur oleh pemegang saham pengendali lama, PT Sinergi Asia Corporindo (Siu Min), berhasil meningkatkan porsi saham beredar publik (free float) non-warkat hingga 34,57 persen atau setara 802,98 juta saham.
Struktur kepemilikan yang makin sehat ini turut diwarnai kehadiran investor perorangan Ferdiansyah dengan porsi 6,12 persen, serta deretan pialang dan institusi global seperti Phillip Securities Singapore, UOB Kay Hian, CGS International Securities, dan Reksa Dana OSO Moluccas Equity Fund.
Kombinasi masuknya investor Denmark, penataan likuiditas pasar, serta rencana rights issue menandai fase krusial transformasi bisnis SMLE secara berkelanjutan.
(kunthi fahmar sandy)