Lebih lanjut, Dradjad menilai koreksi tajam pasar saham pada Jumat (16/10/2026) dipengaruhi reaksi investor domestik terhadap pengumuman MSCI. Padahal, menurutnya, sejumlah perusahaan tercatat masih memiliki kinerja fundamental yang cukup baik.
Dia mencontohkan sektor barang konsumsi atau consumer goods di mana daya beli masyarakat tidak mengalami pelemahan. Kondisi tersebut, tercermin dari pendapatan emiten sektor barang konsumsi yang masih tumbuh sekitar 6 persen.
"Kalau pendapatan naik, artinya konsumsi masih bagus. Jadi, yang terjadi sekarang ini adalah karena investor domestik terlalu gampang panik karena belum pede menghitung sendiri," katanya.
(DESI ANGRIANI)