AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Investor Pemula Merapat, Begini Strategi Supaya Investasi Saham Kamu Cuan

MARKET NEWS
Nia Deviyana
Rabu, 10 Agustus 2022 14:57 WIB
Jumlah investor pasar  modal pada Februari 2022 tercatat sebanyak 8,1 juta atau meningkat 8,2% dibandingkan 2021 sebesar 7,48 juta. 
Ilustrasi. Foto: MNC Media
Ilustrasi. Foto: MNC Media

IDXChannel - Jumlah investor pasar modal tercatat meningkat seiring meningkatnya pembicaraan terkait saham dan majunya teknologi. Kini, membuat rekening saham pun bisa dilakukan secara online tanpa perlu datang ke perusahaan sekuritas.

Mengutip KSEI, jumlah investor pasar  modal pada Februari 2022 tercatat sebanyak 8,1 juta atau meningkat 8,2% dibandingkan 2021 sebesar 7,48 juta. 

Banyaknya investor saham ini bisa menjadi kabar baik, menunjukkan bahwa instrumen investasi ini tak lagi dianggap rumit oleh masyarakat. 

Nah, kalau kamu investor pemula, enggak perlu minder. Simak strategi yang perlu kamu ketahui untuk memitigasi risiko kerugian ketika berinvestasi saham, dilansir dari Sikapi Uangmu OJK.

1. Kapan waktu yang tepat untuk membeli saham?

Kapan waktu yang tepat untuk membeli saham bisa dilihat dari dua hal, yaitu berdasarkan analisis fundamental dan teknikal. 

Analisis fundamental mengacu pada analisa melalui pendekatan kondisi ekonomi, politik, bahkan melihat tren perkembangan usaha yang ada. Analisis ini salah satunya bisa dilihat dari laporan keuangan emiten.

Sementara analisa teknikal, yaitu analisa saham melalui pendekatan pergerakan harga saham tersebut pada suatu rentang waktu, termasuk informasi mengenai titik tertinggi dan terendah dari harga suatu saham. 

Adapun dalam menilai harga saham suatu perusahaan, jangan semata-mata melihat nominal (mahal atau murah), tetapi apakah dengan harga tersebut pantas untuk dibeli.

2. Profil perusahaan

Selanjutnya, yang perlu kita perhatikan sebelum membeli saham yaitu profil dan tingkat likuiditas perusahaan, fluktuasi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tren market, Return of Equity (ROE) atau laba dari investasi pemegang saham di perusahaan tersebut, sales atau penjualan, dan Earning per Share (EPS) Growth.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD