Namun, dia menilai risiko yang lebih besar bukan hanya dampak langsung terhadap pasar saham, melainkan tekanan terhadap mata uang akibat arus keluar dana asing.
Sementara itu, ekonom Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, menilai penilaian MSCI yang sangat tegas meningkatkan insentif bagi investor institusi untuk mengurangi eksposur sebelum keputusan final diumumkan.
Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang volatilitas pasar saham sekaligus melemahkan minat investor asing terhadap aset berisiko Indonesia.
Dalam jangka panjang, Faiz memperingatkan risiko berkurangnya partisipasi investor institusi, menipisnya likuiditas pasar, hingga meningkatnya biaya pendanaan melalui penerbitan saham. Bank-bank berkapitalisasi besar dinilai sangat terekspos terhadap risiko tersebut.
Dampak terhadap pasar obligasi pemerintah akan bergantung pada perubahan minat investor terhadap aset berisiko secara lebih luas, bukan semata-mata akibat penyesuaian indeks.