IDXChannel – Investor global mewaspadai risiko arus keluar dana asing dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah setelah MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah penilaian MSCI mengenai persoalan transparansi kepemilikan saham dan dugaan manipulasi perdagangan yang dinilai belum tertangani secara memadai.
Meski reklasifikasi masih berupa usulan, ketidakpastian tersebut berpotensi mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset Indonesia sebelum keputusan final ditetapkan.
Dampak terhadap pasar saham pun langsung terlihat pada perdagangan Jumat (16/10/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 8,01 persen ke level 5.393,92 saat pembukaan, sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit.