Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, IPCC menetapkan pembagian dividen total sebesar Rp205,21 miliar atau setara dengan 80 persen dari laba bersih. Nilai tersebut merepresentasikan dividen sebesar Rp112,85 per saham, meningkat 20,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama tahun 2025, IPCC mencatatkan pertumbuhan volume kendaraan yang ditangani secara solid, di antaranya kendaraan Completely Built-Up (CBU) 957.661 unit meningkat 11,76 persen (yoy), alat berat 32.677 unit meningkat 24 persen (yoy), truk dan bus 255.502 Unit meningkat 46,32 persen. Peningkatan ini memperkuat posisi IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekosistem logistik nasional khususnya pada bidang otomotif.
Berbagai langkah diversifikasi layanan bernilai tambah (value-added services) seperti long storage/port stock, layanan PDC (pre-delivery centre), Inland Transportation dan integrasi serta implementasi digitalisasi pada terminal baik internasional dan domestik, turut serta mendongkrak produktivitas dan profitabilitas perseroan. Ke depannya, IPCC berkomitmen akan terus berfokus untuk memperkuat fundamental dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif.
“Pembagian dividen tahun buku 2025 mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan upaya menjaga kapasitas pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Kinerja yang kami raih tidak hanya didukung oleh penguatan fundamental keuangan, tetapi juga oleh keberhasilan transformasi operasional, pengelolaan risiko yang terintegrasi, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis IPCC,” ujar Direktur Keuangfan IPCC, Wing Megantoro.
Wing menegaskan bahwa perseroan akan terus menjaga disiplin keuangan, memperkuat tata kelola risiko, serta mengakselerasi berbagai inisiatif transformasi yang mendukung efisiensi operasional dan penciptaan nilai jangka panjang.