Integrasi kedua entitas tersebut juga diharapkan membuat penyediaan layanan infrastruktur digital dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
Sebelum digabungkan, PST dan UMT memiliki kegiatan usaha yang masih berkaitan dengan ekosistem telekomunikasi dan layanan digital.
Setelah integrasi, cakupan kegiatan MTEL tidak hanya bertumpu pada bisnis menara telekomunikasi, tetapi juga mencakup bisnis turunan seperti managed service Internet of Things (IoT), power service, dan berbagai solusi terkait lainnya.
Manajemen Mitratel menempatkan aksi tersebut sebagai bagian dari transformasi perusahaan yang sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia dan Telkom Grup.
Fokusnya antara lain pada penataan portofolio bisnis serta pengembangan ekosistem digital nasional.