sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
31/07/2026 15:34 WIB
Rupiah naik 89 poin atau sekitar 0,49 persen ke level Rp18.022 per USD.
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per USD. Foto: iNews Media Group.
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (31/7/2026). Rupiah naik 89 poin atau sekitar 0,49 persen ke level Rp18.022 per USD.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah didorong sentimen eksternal di mana harga minyak mentah cenderung turun seiring pasar mencermati rencana pembentukan koalisi pertahanan maritim yang dipimpin Arab Saudi.

“Arab Saudi berupaya memimpin koalisi untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di Selat Bab El-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden. Ketiganya merupakan titik-titik krusial bagi pasokan energi. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa 14 negara termasuk Djibouti, Mesir, Pakistan, Sudan, dan Turki mendukung koalisi pertahanan maritim multinasional tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Kelompok militan Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran pekan lalu mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang mengancam jalur ekspor minyak negara itu melalui Laut Merah, sebuah rute alternatif selain Selat Hormuz.

Sentimen lainnya, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga sesuai perkiraan. Namun, keputusan The Fed tersebut tidak diambil secara bulat, setidaknya tiga pembuat kebijakan terlihat mendesak kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah inflasi yang sulit turun. Warsh juga menegaskan kembali komitmennya terhadap target inflasi tahunan The Fed sebesar 2 persen. 

Data inti PCE Juni yang lebih rendah dari perkiraan, yang dirilis pada Kamis, membantu meredakan kekhawatiran mengenai tingginya inflasi dan suku bunga. Data ini merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed. Akan tetapi, indeks inti PCE masih berada jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen dan pasar terlihat sudah memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh The Fed pada akhir tahun ini.

Dari sentimen domestik, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib dipisahkan dari alokasi anggaran pendidikan. Putusan ini menetapkan bahwa pemisahan dana dari pos wajib 20 persen anggaran pendidikan tersebut berlaku paling lambat pada APBN Tahun Anggaran 2028. Hal tersebut merupakan sebuah langkah yang dipandang memperkuat reformasi tata kelola terkait program unggulan Presiden Prabowo.

Selain itu, laju inflasi diperkirakan kembali melandai pada Juli 2026 seiring meredanya tekanan harga pangan dan normalisasi kenaikan harga yang diatur pemerintah. Meski demikian, para ekonom mengingatkan risiko inflasi belum sepenuhnya hilang karena pelemahan rupiah, potensi El Nino, hingga meningkatnya permintaan pangan masih berpotensi mendorong kenaikan harga pada paruh kedua tahun ini.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement