Hasan Fawzi mengakui adanya tekanan berat dari sisi eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak, inflasi global, hingga tren kenaikan suku bunga yang menekan nilai tukar rupiah.
"Kita semua menyadari bahwa pasar modal Indonesia di tahun ini menghadapi tekanan yang cukup berat. Ini tercermin dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang year-to-date per 7 Agustus 2026 kemarin terkoreksi sebesar 25,87 persen, dan memang di sisi kapitalisasi pasar saham kita juga turut mengalami penurunan sebesar 29,26 persen," kata Hasan.
Selain itu, bursa masih memiliki pekerjaan rumah untuk menarik perusahaan-perusahaan berskala besar (giant) untuk melantai. Saat ini, jumlah emiten baru mencapai 962 perusahaan atau 87 persen dari target. Untuk mencapai target 1.100 perusahaan tercatat, bursa membutuhkan tambahan 138 emiten berkualitas tinggi yang mampu menggerakkan kapitalisasi pasar secara signifikan.
(NIA DEVIYANA)