Dalam MOU tersebut, ketiga pihak akan bersama-sama mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi canggih dalam tiga area utama. Pertama, kerja sama infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) dengan menghadirkan jaringan backbone dengan keandalan tinggi, cakupan nirkabel berkualitas di stasiun dan depo, serta solusi cloud untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan fleksibilitas ekspansi layanan.
Kedua, jaringan dan aplikasi 5G FRMCS (Future Railway Mobile Communication System) terdepan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan perkeretaapian, termasuk proyek percontohan di jalur KRL Rangkasbitung-Tanah Abang untuk keselamatan perlintasan sebidang dan pengaturan perjalanan kereta secara cerdas.
Terakhir, deteksi gerbong barang berbasis AI. Teknologi ini akan menerapkan analisis video berbasis AI yang memungkinkan deteksi gangguan secara cerdas dan peringatan otomatis pada kereta barang, sehingga meningkatkan efisiensi perputaran dan mengurangi inspeksi manual.
(Rahmat Fiansyah)