Beberapa nama besar yang sudah bersiap masuk di antaranya The China Investment Corporation (CIC) hingga bank pembiayaan ekspor-impor negara, Export-Import Bank of China (China EximBank/EIBC).
"Dia bilang punya uang sekian triliunan dolar AS, (dia) bilang saya ikut, ya sudah. Beberapa minta menjadi underwriter (Penjamin Emisi Efek) juga supaya mereka bisa issued (menerbitkan) lebih banyak lagi, saya bilang next time (lain kali) saya akan izinkan," tuturnya.
Purbaya tidak menampik bahwa realisasi penerbitan pada akhir Juli ini sedikit mengalami pergeseran waktu dari target awal pemerintah yang semula dijadwalkan rampung pada bulan Juni 2026. Kendati demikian, penundaan ini bersifat taktis.
Pemerintah sengaja memperpanjang periode persiapan demi memberikan ruang penyesuaian bagi para investor global baru yang baru saja mendapatkan kelengkapan informasi mengenai prospek dan tata cara pemesanan obligasi tersebut. "Karena banyak investor yang baru tahu informasinya, sehingga diperpanjang," kata Purbaya.
Sebagai informasi, Panda Bond adalah instrumen surat utang atau obligasi berdenominasi mata uang Yuan China (Renminbi/RMB) yang diterbitkan oleh penerbit asing, baik pemerintah negara lain, lembaga multilateral, maupun korporasi internasional, namun dijual dan diperdagangkan secara resmi di dalam pasar modal domestik China.
(Rahmat Fiansyah)