IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan kerugian USD319,39 juta atau setara Rp5,4 triliun (kurs Rp17.000 per USD) sepanjang 2025.
Kerugian tersebut membengkak empat kali lipat atau 357,8 persen dari tahun sebelumnya USD69,77 juta.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, Selasa (17/3/2026), kerugian Garuda masih dipicu oleh tingginya beban operasional, beban pemeliharaan dan turunnya pendapatan.
Adapun pendapatan usaha perseroan turun 8,4 persen dari USD2,74 miliar menjadi USD2,51 miliar pada 2025. Sejalan dengan itu, pendapatan konsolidasi juga turun 5,9 persen menjadi USD3,22 miliar dari sebelumnya USD3,42 miliar.
Namun demikian, sebagian besar beban usaha tercatat turun antara lain beban operasional turun menjadi USD1,54 miliar dari sebelumnya USD1,67 miliar.
Lalu beban pelayanan penumpang turun menjadi USD216 juta dari sebelumnya USD221 juta, beban umum dan administrasi menyusut jadi USD206 juta dari USD212 juta, beban transportasi turun menjadi USD11,7 juta dari sebelumnya USD12,4 juta.
Sementara itu, beban pemeliharaan dan perbaikan tercatat naik dari USD536 juta menjadi USD661 juta, serta beban tiket, penjualan dan promosi naik dari USD179 juta menjadi USD192 juta.
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas sebesar USD943,4 juta pada akhir 2025, meningkat dibandingkan posisi 2024 yang sebesar USD219,1 juta.
(DESI ANGRIANI)