Selain itu, perhatian juga tertuju pada struktur kepemilikan saham, termasuk porsi 1 persen yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya otoritas pasar modal untuk meningkatkan transparansi, sekaligus menjawab kekhawatiran terkait free float dan likuiditas pasar.
Dari eksternal, tekanan semakin kuat seiring meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Eskalasi konflik tersebut mendorong kenaikan harga energi global, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran inflasi dan menekan sentimen di pasar saham. (Aldo Fernando)