sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Konflik Timur Tengah Kembali Memanas, Wall Street Dibuka Melemah

Market news editor Anggie Ariesta
02/10/2024 21:44 WIB
Indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah pada Rabu (2/10/2024), investor memperkirakan kemungkinan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Konflik Timur Tengah Kembali Memanas, Wall Street Dibuka Melemah. Foto: MNC Media.
Konflik Timur Tengah Kembali Memanas, Wall Street Dibuka Melemah. Foto: MNC Media.

IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah pada Rabu (2/10/2024) di mana investor memperkirakan kemungkinan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Melansir Economic Times, Dow Jones Industrial Average turun 31,8 poin, atau 0,08 persen pada pembukaan ke 42.125,1. S&P 500 turun 10,6 poin atau 0,19 persen menjadi 5.698,1, sementara Nasdaq Composite turun 43,2 poin atau 0,24 persen menjadi 17.867,1.

Indeks utama berada di wilayah negatif setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal ke Israel pada Selasa malam sebagai balasan atas serangan Israel terhadap Hizbullah yang bermarkas di Lebanon.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan akan membalas serangan udara Teheran.

AS juga mengatakan akan ada konsekuensi berat atas tindakan Teheran.

Meskipun situasi berpotensi memburuk lebih jauh, raksasa keuangan UBS memperkirakan hal itu akan berhenti sebelum terjadi perang habis-habisan antara Israel dan Iran, termasuk sekutu mereka masing-masing.

Saham Nike (NYSE:NKE) anjlok lebih dari 7 persen setelah pembuat pakaian atletik AS itu menarik perkiraan keuangan setahun penuhnya dan membukukan penurunan pendapatan kuartalan sebesar 10 persen.

Hasil tersebut muncul saat Nike mengalami perombakan tingkat eksekutif yang akan membuat bos John Donahoe digantikan oleh veteran perusahaan Elliott Hill. 

Saham Tesla (NASDAQ:TSLA) anjlok lebih dari 3 persen setelah produsen EV itu melaporkan pengiriman kendaraan kuartal ketiga di bawah perkiraan karena insentif dan pembiayaan berbiaya rendah gagal meningkatkan permintaan untuk model-model lamanya di pasar yang sangat kompetitif.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement