“Kehadiran fasilitas strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta konektivitas langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui Tol KATARAJA akan memperkuat daya tarik kawasan PIK2,” katanya.
Secara komposisi, marketing sales PANI akan didominasi oleh segmen residensial, diikuti kaveling tanah komersial dan produk komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO. Perseroan melihat segmen hunian tetap menjadi pendorong utama seiring meningkatnya daya tarik kawasan sebagai lingkungan yang layak huni.
Permintaan terhadap kaveling komersial juga dinilai masih potensial, terutama dari pelaku usaha dan investor yang ingin mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2. Sementara itu, produk komersial diproyeksikan tetap diminati seiring pertumbuhan aktivitas bisnis di dalam kawasan.
Di sisi fundamental, PANI didukung land bank seluas 1.838 hektare (ha) serta rekam jejak kuat dalam peluncuran dan penyerahan proyek. Perseroan juga menjaga fleksibilitas operasional untuk merespons perubahan pasar secara adaptif.
Pengembangan kawasan PIK2 turut diperkuat oleh kehadiran infrastruktur utama seperti NICE yang menjadi pusat kegiatan MICE, serta peningkatan konektivitas melalui Tol Kataraja. Hal ini diharapkan mampu mendorong trafik dan aktivitas ekonomi di kawasan secara berkelanjutan.