IDXChannel - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berencana menggelar private placement senilai Rp70,88 miliar.
Penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) ini dilakukan untuk menyelesaikan sebagian kewajiban utang perseroan kepada kreditur sindikasi luar negeri.
Dalam prospektus, Senin (31/8/2026) APEX akan menerbitkan sebanyak 218.090.317 saham biasa Seri B dengan harga pelaksanaan Rp325 per saham.
Jumlah saham baru yang diterbitkan setara dengan 5,79 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD.
Dengan penerbitan saham baru tersebut, pemegang saham lama APEX akan mengalami dilusi kepemilikan sebesar 5,79 persen.
Adapun pelaksanaan PMTHMETD merupakan bagian dari kesepakatan dengan Kreditur Sindikasi Luar Negeri yang dituangkan dalam Conditional Share Issuance Agreement (CSIA).
Di mana perseroan akan menyelesaikan sebagian kewajiban pembayaran utang kepada Kreditor Sindikasi Luar Negeri sebesar USD4.108.948. Nilai kewajiban tersebut dikonversi menggunakan nilai tukar yang telah disepakati sebesar Rp17.250 per USD1.
Penyelesaian kewajiban dilakukan dengan menerbitkan saham baru kepada para kreditor dengan harga konversi Rp325 per saham. Jumlah saham yang diterbitkan dihitung berdasarkan nilai ekuivalen pinjaman dalam rupiah yang kemudian dibagi dengan harga pelaksanaan atau harga konversi.
Adapun pinjaman dan beban akrual APEX kepada Kreditor Sindikasi Luar Negeri yang jatuh tempo pada 2026 sebelumnya mencapai USD36.251.060.
Berdasarkan kesepakatan restrukturisasi, sebagian kewajiban telah diselesaikan, sebagian lainnya dikonversikan menjadi saham baru perseroan melalui kompensasi hak tagih kreditor, sementara sebagian kewajiban lainnya mendapatkan perpanjangan jangka waktu pembayaran.
Setelah proses penataan kembali tersebut, total kewajiban APEX kepada Kreditur Sindikasi Luar Negeri tercatat menjadi USD8.673.826.
Untuk memperoleh persetujuan pemegang saham, APEX akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2026.
(DESI ANGRIANI)