Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp83,86 triliun atau setara 95 persen dari total penjualan bersih perseroan. Nilai tersebut meningkat 21 persen dibandingkan periode Januari-September 2025.
Produk emas menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan Antam dengan porsi 77 persen dari total penjualan hingga September 2026.
Penjualan emas mencapai Rp68,41 triliun, tumbuh 17 persen dibandingkan Rp58,67 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi volume, penjualan emas mencapai 25.217 kilogram atau sekitar 810.745 troy ounce. Sementara itu, produksi emas dari tambang perseroan tercatat sebesar 634 kilogram.
Segmen nikel, yang mencakup feronikel dan bijih nikel, berkontribusi 19 persen terhadap total penjualan. Pendapatan dari segmen ini mencapai Rp16,98 triliun, meningkat 52 persen dibandingkan Rp11,15 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Produksi bijih nikel Antam mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt), sedangkan penjualannya mencapai 10,73 juta wmt.