Kedua, kebutuhan mendesak untuk memposisikan ulang kapal tanker minyak untuk memuat di belahan bumi Barat menciptakan inefisiensi yang substansial, yang selanjutnya mengurangi pasokan.
Ketiga, meskipun volume minyak bumi dan LNG yang diangkut menurun secara signifikan, efek ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan dampak perpanjangan jarak transportasi, yang secara drastis meningkatkan ton-mil.
Sebagai contoh, sebelum perang AS-Iran dimulai, India mengimpor 3 juta barel minyak per hari dari Teluk Persia, yang hanya berjarak 4 hari perjalanan dengan kapal tanker minyak. Dengan asumsi semuanya diangkut dengan kapal tanker Aframax, maka dibutuhkan armada 52 kapal tanker Aframax.
Sekarang Selat Hormuz tertutup, jika India harus mendapatkan semua minyak penggantinya dari Amerika, yang berjarak 40 hari perjalanan, maka dibutuhkan armada 365 kapal tanker Aframax.
"Karena efek lagging dari jarak tempuh pelayaran yang jauh, dampak ini akan tercermin dalam kinerja keuangan kuartal II-2026, terutama di akhir kuartal. Akibatnya, pendapatan TCE untuk kuartal II-2026 diperkirakan akan jauh lebih tinggi daripada kuartal I-2026," ujar manajemen BULL.
(Dhera Arizona)