IDXChannel - PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) diproyeksi meraup untung dari lonjakan tarif sewa kapal (charter rate) di tengah konflik AS-Iran yang berdampak pada jalur pelayaran global.
Samuel Sekuritas menilai, BULL berada pada posisi strategis karena tidak memiliki eksposur langsung terhadap jalur kritis Selat Hormuz yang terdampak konflik. Kondisi ini membuat perseroan mampu memanfaatkan kenaikan tarif pengangkutan minyak.
Sebanyak 98 persen pendapatan kapal tanker minyak BULL berasal dari pasar spot freight, sehingga lonjakan tarif sewa berdampak signifikan terhadap kinerja. Pada Februari 2026, tarif sewa kapal jenis Aframax tercatat melonjak hingga USD105.000 per hari atau naik 222 persen secara tahunan.
Kondisi tersebut mendorong proyeksi kinerja yang agresif. Di mana pendapatan BULL pada 2026 diperkirakan mencapai USD434 juta atau tumbuh 193 persen secara tahunan, termasuk kontribusi sekitar USD51 juta dari bisnis LNG yang mulai dikembangkan.
Sementara itu, laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) diproyeksikan melonjak 269 persen menjadi USD179 juta. Bahkan, laba bersih diperkirakan tumbuh hingga 688 persen secara tahunan.