Di sisi ekspansi, BULL tengah memperkuat portofolio bisnis melalui penambahan armada, khususnya di segmen liquefied natural gas (LNG). Perseroan menargetkan memiliki lima kapal LNG pada 2026, dari sebelumnya sembilan kapal minyak dan gas.
Langkah ini telah dimulai dengan akuisisi satu kapal LNG pada Desember 2025 dan satu kapal tambahan pada kuartal I-2026. Perseroan juga berencana menambah tiga kapal LNG lagi pada paruh kedua 2026, dengan total belanja modal (capex) diperkirakan mencapai USD125 juta.
Selain ekspansi armada, BULL tengah menjajaki masuknya investor strategis melalui skema rights issue. Perseroan juga berencana menunjuk komisaris independen baru yang berafiliasi dengan Grup Sinarmas, sejalan dengan langkah grup tersebut memperluas bisnis pelayaran LNG global.
"Rekomendasi buy untuk saham BULL dengan target harga Rp700, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 43 persen dari posisi saat ini. Valuasi tersebut didukung oleh rasio EV/EBITDA 2026 sebesar 4,0 kali, atau sekitar 20% lebih murah dibandingkan perusahaan tanker sejenis," tulis Samuel Sekuritas, Jumat (16/4/2026).
Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati, antara lain potensi penurunan tarif angkutan, kenaikan biaya operasional akibat konflik, serta realisasi ekspansi LNG yang lebih lambat dari perkiraan.
(DESI ANGRIANI)