IDXChannel – Pasar saham global, termasuk Indonesia, diselimuti volatilitas imbas serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi selama dua hari berturut-turut dan ditutup melemah 0,96 persen ke level 7.939,77 pada Selasa (3/3/2026).
Sehari sebelumnya, Senin (2/3), IHSG lebih dulu merosot tajam 2,65 persen.
Melansir dari Reuters, setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat pekan ini.
Israel menyerang Lebanon sebagai respons atas serangan Hizbullah, sementara Teheran melanjutkan serangan terhadap negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
BRI Danareksa Sekuritas menilai, sentimen global kembali membebani pasar keuangan pada Selasa (3/3), terutama dipicu eskalasi konflik AS-Iran dan lonjakan harga energi.