Pertama, ketegangan geopolitik meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran berpotensi berlangsung lebih lama, disertai rencana eskalasi serangan terhadap fasilitas militer Iran.
Pernyataan tersebut memicu ketidakpastian global dan mendorong pelaku pasar mengambil sikap risk-off.
Kedua, kekhawatiran gangguan pasokan minyak, khususnya jika terjadi disrupsi di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi. Lonjakan ini dinilai meningkatkan risiko inflasi global.
Sementara itu, riset MNC Sekuritas yang terbit 2 Maret 2026 menilai eskalasi ketegangan AS-Iran berpotensi kembali memicu volatilitas jangka pendek di pasar keuangan domestik.
Dalam catatannya, MNC menyoroti pola pada Juni 2025 ketika IHSG terkoreksi sekitar 5 persen dalam sepekan sebelum berbalik arah seiring sinyal gencatan senjata.