IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Selasa (2/6/2026), setelah Wall Street kembali mencetak kenaikan pada sesi sebelumnya.
Investor masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian di pasar global.
Melansir dpa-AFX, sentimen pasar dipengaruhi laporan bahwa Iran menangguhkan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Teheran juga disebut menutup sepenuhnya Selat Hormuz, jalur pelayaran energi strategis dunia.
Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung dan membuka peluang tercapainya nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.