sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Konflik AS-Iran Picu Volatilitas, Simak Saham yang Prospektif dan Berisiko

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
04/03/2026 07:15 WIB
Pasar saham global, termasuk Indonesia, diselimuti volatilitas imbas serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.
Konflik AS-Iran Picu Volatilitas, Simak Saham yang Prospektif dan Berisiko. (Foto: Freepik)
Konflik AS-Iran Picu Volatilitas, Simak Saham yang Prospektif dan Berisiko. (Foto: Freepik)

Pada periode yang sama, harga minyak mentah melonjak 7-12 persen, sementara rupiah melemah di tengah arus risk-off global.

Sebagai negara net importir minyak, kata MNC Sekuritas, Indonesia dinilai rentan terhadap lonjakan harga energi, baik melalui pelebaran defisit impor, tekanan terhadap rupiah, maupun kenaikan inflasi, terutama jika harga minyak bergerak jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar USD70 per barel.

MNC Sekuritas menilai, jika konflik tetap terkendali, lonjakan harga minyak dan sentimen aversi risiko kemungkinan hanya bersifat sementara.

Namun, eskalasi berkepanjangan selama tiga hingga lima pekan atau gangguan di Selat Hormuz dapat meningkatkan risiko gangguan rantai pasok, kenaikan biaya angkut dan asuransi, arus keluar modal, serta tekanan lanjutan di pasar Asia.

Dari sisi sektoral, saham energi dan hulu migas seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berpotensi diuntungkan.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement