Dari sisi segmen usaha, kontribusi terbesar pendapatan masih didominasi oleh segmen grosir yang mencapai 89,33 persen, termasuk kontribusi institusi keuangan dan Bullion Bank sebesar 80,34 persen. Sementara itu, segmen ritel menyumbang 10,31 persen dan bisnis gadai sebesar 0,33 persen.
Kenaikan volume dan harga jual turut memperkuat rasio profitabilitas Perseroan. Return on Assets (ROA) HRTA tercatat sebesar 12,33 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 37,37 persen.
Di sisi permodalan, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (gearing ratio) tetap terjaga sehat di level 1,11 kali.
Kinerja positif HRTA juga tak lepas dari pergerakan harga emas global dan domestik yang bertahan di level tinggi. Sepanjang Juli 2026, harga emas global bergerak stabil dengan rata-rata USD4.072,54 per troy ounce, tumbuh 21,99 persen YoY atau 2,39 persen secara year-to-date (YTD).
Di pasar domestik, harga emas rata-rata mencapai Rp2.356.050 per gram, melonjak 34,66 persen YoY dan 5,06 persen YTD. Tren ini didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah serta tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).