"Pertumbuhan okupansi KDTN melesat karena kerja keras dan kerja cerdas Perseroan dalam menyikapi pergeseran tren pariwisata serta perilaku wisatawan saat ini. Selain itu, pada 2026 seluruh hotel milik Perseroan yang berlokasi di rest area telah beroperasi secara penuh," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Menurut Rudy, meningkatnya kesadaran pengguna jalan tol terhadap kebutuhan tempat istirahat yang representatif turut menjadi faktor pendorong peningkatan kinerja bisnis hospitality Perseroan.
"Dalam kondisi ekonomi yang masih terasa berat, manajemen KDTN berhasil membuktikan bahwa dengan kreativitas, pengelolaan yang profesional, dan transparan, bisnis hospitality tetap memiliki prospek yang menjanjikan," ujarnya.
KDTN optimistis kinerja positif tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang, seiring pengembangan portofolio bisnis hotel berbasis rest area di Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)