"Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan margin laba kotor, disiplin dalam pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban pembiayaan bersih seiring menurunnya biaya pinjaman dan meningkatnya pendapatan bunga dari cadangan kas," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Menurut Rachmat, pertumbuhan pendapatan perseroan ditopang oleh peningkatan permintaan yang merata di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik.
Profitabilitas operasional juga terus membaik. Pertumbuhan harga pokok penjualan berada di bawah laju pertumbuhan pendapatan sehingga mampu meningkatkan margin laba kotor.
"Di sisi lain, beban operasional hanya meningkat 8,6 persen YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, mencerminkan operating leverage yang semakin kuat," ujar dia.