IDXChannel - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mengumumkan hasil kinerjanya di sepanjang semester I-2026 lalu, dengan perolehan laba sebesar Rp783 miliar, tumbuh 58,8 persen dibanding realisasi laba pada periode sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut didapat dari perolehan pendapatan bunga bersih yang pada saat yang sama tumbuh lebih dari 9,1 persen secara tahunan (YoY), sementara fee based income memberikan kontribusi sebesar Rp1,1 triliun sehingga semakin memperkuat struktur pendapatan Perseroan.
"Kami berhasil menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi serta tantangan industri perbankan nasional," ujar Corporate Secretary BJBR, Irwan Riswandi, dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Melalui strategi growth with quality, menurut Irwan, pihaknya terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperluas sumber pertumbuhan melalui transformasi digital dan pengembangan bisnis berbasis ekosistem pemerintah daerah.
Secara konsolidasi, BJBR berhasil memaksimalkan kontribusi kinerja tiga anak usahanya di industri perbankan dan dua lagi di industri keuangan non-bank, total aset konsolidatif tercatat mencapai Rp228,2 triliun.
Dalam hal ini, keseluruhan anak usaha menyumbang kontribusi aset sebesar Rp44,2 triliun atau sekitar 19,4 persen terhadap total aset konsolidasi Grup bjb.
Sedangkan dari sisi intermediasi, penyaluran kredit termasuk pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun dan bank only sebesar Rp111,1 triliun.
Segmen konsumer tetap menjadi penopang utama portofolio kredit BJBR, dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun, atau sekitar 66,8 persen dari total kredit.
"Kualitas kredit pada segmen ini juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah, yakni 0,56 persen, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan," ujar Irwan.
Selain mempertahankan kekuatan pada segmen konsumer, Irwan menjelaskan bahwa pihaknya juga terus melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan kredit melalui pengembangan pembiayaan non-konsumer.
Salah satu fokus utama yang dipilih yaitu memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui penyediaan pembiayaan yang dilakukan secara selektif, terukur, dan sesuai prinsip kehati-hatian.
Perseroan menilai kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah masih memiliki prospek yang positif seiring berlanjutnya berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah.
"Dengan pengalaman yang panjang dalam melayani pemerintah daerah serta pemahaman terhadap karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah, kami yakin segmen ini akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah," ujar Irwan.
Sejalan dengan upaya tersebut, lanjut Irwan, pihaknya juga terus melakukan penyempurnaan proses bisnis melalui implementasi Commercial Business Centre (CBC) guna meningkatkan efektivitas proses kredit, memperkuat tata kelola, serta mendukung pertumbuhan pembiayaan yang lebih berkualitas.
Di sisi pendanaan, BJBR juga mampu menjaga pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara sehat di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin kompetitif. Hingga Juni 2026, DPK secara konsolidasi tercatat sebesar Rp160,9 triliun, memberikan dukungan likuiditas yang kuat bagi pertumbuhan bisnis Perseroan.
Untuk semakin memperkuat struktur pendanaan, bank bjb terus mendorong peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) melalui perluasan kerja sama payroll, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta optimalisasi layanan digital yang semakin mudah diakses masyarakat.
Transformasi digital juga terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui aplikasi DIGI bank bjb, pembukaan rekening tabungan secara digital mencapai hingga 12.000 rekening baru setiap bulan. Capaian tersebut diharapkan semakin memperluas basis nasabah sekaligus mendukung peningkatan penghimpunan dana murah secara berkelanjutan.
"Dari sisi profitabilitas, kinerja di enam bulan pertama 2026 juga mencerminkan hasil positif dari strategi rekomposisi aset dan liabilitas, optimalisasi biaya dana, peningkatan fee based income, penguatan sinergi Grup bjb, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional yang dijalankan secara konsisten," ujar Irwan.
Sementara, seiring memasuki Semester II-2026, BJBR disebut Irwan bakal terus berfokus pada strategi growth with quality melalui penguatan penghimpunan dana murah, optimalisasi kerja sama payroll, pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah, percepatan transformasi digital, serta pengelolaan risiko yang disiplin.
Dalam hal ini, BJBR optimistis strategi tersebut mampu menjaga kinerja tetap positif sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika industri perbankan.
"Dengan fundamental bisnis yang semakin kokoh, inovasi layanan yang terus berkembang, serta komitmen terhadap tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian, kami yakin dapat terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Irwan.
(taufan sukma)