Sementara itu, segmen makanan memberikan kontribusi sekitar Rp42 miliar atau 0,5 persen terhadap total pendapatan. Segmen ini mencakup produk non-UHT, seperti krimer kental manis dan keju olahan, yang mencatatkan pertumbuhan pasar relatif lebih lambat.
Dari sisi profitabilitas, pertumbuhan laba bersih ULTJ pada kuartal III-2026 juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang solid sebesar 25 persen secara tahunan (yoy). Namun, perseroan menghadapi tekanan pada margin laba kotor yang menyusut menjadi 29,3 persen dibandingkan 31,9 persen pada kuartal III-2025.
Penyusutan margin tersebut terjadi karena beban pokok pendapatan meningkat 29 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kenaikan terutama berasal dari biaya overhead pabrik yang meningkat 33 persen dan beban bahan baku yang tumbuh 25 persen.
Per 30 September 2026, total aset Ultrajaya mencapai Rp9,39 triliun, total liabilitas Rp992 miliar, dan jumlah ekuitas sebesar Rp8,4 triliun.
(DESI ANGRIANI)