Lalu segmen Mesin Konstruksi anjlok hingga 31 persen menjadi Rp7,5 triliun, dan segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya terjun 76 persen menjadi Rp692 miliar.
Penjualan emas pada kuartal I-2026 hanya 4 ribu ons saja, turun 93 persen. Namun, sejak Maret 2026, tambang emas Martabe telah menerima restu dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk melanjutkan operasional.
Di samping itu, UTNR juga mencatat non-recurring charges senilai Rp1,2 triliun, terutama terkait pembayaran atas penambangan di kawasan hutan, terkait tambang nikel Stargate serta provisi penurunan nilai atas investasi panas bumi PT Supreme Energy Rantau Dedap.
(Rahmat Fiansyah)