IDXChannel - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat penurunan kinerja dalam tiga bulan pertama tahun ini. Perusahaan tambang terintegrasi Grup Astra tersebut membukukan laba bersih senilai Rp643 miliar, turun 80 persen secara tahunan.
Dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026), penurunan laba tersebut seiring pendapatan bersih UNTR yang terkoreksi 17 persen dari Rp34,3 triliun menjadi Rp28,5 triliun. Hal ini disebabkan oleh penurunan signifikan kontribusi PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang Martabe.
Tambang emas tersebut diketahui berhenti beroperasi pada awal 2026 imbas bencana Sumatera. Dengan begitu, perseroan tidak menjual emas sama sekali pada kuartal I-2026.
Selain Agincourt, pendapatan UNTR juga tertekan oleh bisnis Mesin Konstruksi dan Kontraktor sebagai dampak dari penurunan alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026. Kendati demikian, penurunan ini sebagian dapat diimbangi dari pendapatan batu bara akibat harga acuan yang lebih tinggi.
Secara rinci, segmen Kontraktor Penambangan turun 6 persen menjadi Rp11,9 triliun, segmen Pertambangan Batu Bara dan Metalurgi tumbuh 13 persen menjadi Rp8 triliun.
Lalu segmen Mesin Konstruksi anjlok hingga 31 persen menjadi Rp7,5 triliun, dan segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya terjun 76 persen menjadi Rp692 miliar.
Penjualan emas pada kuartal I-2026 hanya 4 ribu ons saja, turun 93 persen. Namun, sejak Maret 2026, tambang emas Martabe telah menerima restu dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk melanjutkan operasional.
Di samping itu, UTNR juga mencatat non-recurring charges senilai Rp1,2 triliun, terutama terkait pembayaran atas penambangan di kawasan hutan, terkait tambang nikel Stargate serta provisi penurunan nilai atas investasi panas bumi PT Supreme Energy Rantau Dedap.
(Rahmat Fiansyah)