AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Laporan Keuangan Diprediksi Dorong Penguatan IHSG ke Depan

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Jum'at, 16 April 2021 10:36 WIB
Sentimen yang akan mendorong IHSG bertahan menguat seperti rilisnya laporan keuangan kuartal 4 tahun 2020
Laporan Keuangan Diprediksi Dorong Penguatan IHSG ke Depan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan akhir pekan ini (16/4/2021). IHSG menguat 0,36 persen berada di level 6.101. 

Indonesia Value Investor Direktur PT Indonesia Utama Mandiri Rivan Kurniawan menilai, IHSG masih mempunyai peluang menguat tetapi agak terbatas. 

Hal ini terjadi karena terhalang oleh sejumlah sentimen negatif dan diversifikasi dari pasar saham ke pasar kripto beberapa investor ritel. 

“Di satu sisi ada berbagai katalis positif, seperti neraca dagang yang surplus. Tetapi, di sisi lain ada juga katalis negatif. Misalnya belakangan ini kita tahu bahwa ada sebagian investor ritel yang beralih ke pasar kripto. Akan tetapi, saya lihat sebenarnya masih ada potensi untuk mengalami penguatan,” ujarnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Jumat (16/4/2021). 

Dia menjelaskan, karena penguatannya masih terbatas, IHSG mungkin akan masih berada di kisaran 6.050 hingga 6.100-an. 

Nantinya, sentimen yang akan mendorong IHSG bertahan menguat seperti rilisnya laporan keuangan kuartal 4 tahun 2020 secara keseluruhan dan juga laporan keuangan kuartal 1 tahun 2021. 

“Mungkin sekarang baru hanya setengah dari 700 emiten, jadi pasar masih menantikan. Dan juga bukan hanya kuartal 4 2020 tetapi juga kuartal 1 2021. Karena ini nanti akan keliatan lebih jelas apakah earnings dari perusahaan akan meningkat di tahun 2021 dibandingkan di tahun 2020,” ucap dia. 

Sementara itu, pasar juga sedang menantikan rilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal 1 tahun 2021.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD