"Intervensi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat," jelas Erwin.
Meski mengalami volatilitas harian, BI menilai pergerakan Rupiah secara umum masih relatif terjaga dan bergerak seirama dengan mata uang di kawasan regional.
"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,46 persen. Cadangan devisa meningkat menjadi USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026," kata Erwin.
(NIA DEVIYANA)