Presiden Direktur Lonsum, Agustinus Darmawan menilai, perseroan berhasil mencetak kinerja positif di tengah tantangan di sektor agribisnis, termasuk volatilitas harga komoditas, cuaca yang kurang bersahabat, dan ketidakpastian global.
"Lonsum fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, perbaikan operasional dan produktivitas, dan mengutamakan belanja modal sambil menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Secara operasional, produksi TBS inti Lonsum turun 3 persen menjadi 1,14 juta ton. Kendati demikian, total produksi CPO naik 2 persen menjadi 292 ribu ton seiring dengan kenaikan TBS eksternal.
Hingga akhir tahun lalu, Lonsum tercatata mengoperasikan perkebunan seluas 110.982 hektare (ha). Dari jumlah tersebut, 90.798 ha merupakan perkebunan sawit, sedangkan sisanya 16.203 ha adalah perkebunan karet dan 3.981 ha perkebunan lainnya.
CPO menjadi tulang punggung utama kinerja Lonsum di mana 95 persen penjualan berasal dari segmen ini. Untuk komoditas karet menyumbang 3 persen atas total penjualan, 1 persen bibit, dan 1 persen lainnya.
(Rahmat Fiansyah)