Sepanjang 2025, Lonsum meraih laba bersih Rp1,89 triliun, tumbuh 28 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,48 triliun. Hal ini sejalan dengan penjualan neto yang meningkat 21 persen menjadi Rp5,5 triliun.
Kinerja perusahaan sawit milik konglomerat Anthoni Salim itu terangkat oleh kenaikan harga rata-rata jual CPO dan volume penjualan produk sawit.
Selama 2025, produksi tandan buah segar (TBS) sawit stabil di angka 1,34 juta ton dengan rincian 1,13 juta ton (-3 persen) berasal dari kebun inti dan 204 ribu ton (+19 persen) dibeli dari petani plasma).
Produksi CPO meningkat tipis 2 persen menjadi 292 ribu ton dengan Exctraction Rate (ER) 21,9 persen. Sementara produksi Palm Kernel (PK) 82 ribu ton, naik 1 persen dengan ER 6,1 persen.
Hingga akhir 2025, perseroan mengelola 110.982 hektare (ha) perkebunan dengan rincian 90.798 ha kebun sawit, 16.203 ha kebun karet, dan tanaman lain 3.981 ha.
(Rahmat Fiansyah)