"Di negara kita sendiri masih kekurangan air bersih dan ini adalah business opportunity yang baik bagi perusahaan kami. Pengolahan air ini cukup multi-industri dan sangat bersinergi dengan cakupan industri-industri yang ada di customer kami secara grup," kata Suwandi.
Pada segmen Business-to-Business (B2B), LTLS tidak lagi sebatas menjual produk bahan kimia secara lepas. Perseroan menerapkan skema operation & maintenance dengan penagihan berbasis volume air yang diolah per meter kubik pada fasilitas mitra strategis seperti Unilever, ISI Astra, hingga Petrokimia Gresik.
Di samping itu, LTLS juga merambah segmen komersial dan konsumen akhir melalui merek air minum Reverse Osmosis (RO) milik perseroan, Pure Eve. Fasilitas air minum ini telah dioperasikan di berbagai lokasi, mulai dari hotel, restoran, perkantoran, rumah sakit, hingga fasilitas umum seperti stasiun kereta api.
Guna menjaga pertumbuhan jangka panjang, LTLS terus mengkaji peluang ekspansi di pasar regional Asia Tenggara, khususnya di Vietnam dan Thailand. Perseroan berfokus memperkuat empat industri utama, yaitu makanan dan minuman, pengolahan air, kimia, serta perawatan rumah dan pribadi.
Reporter: Sheqilla Sukma
Editor: Febrina Ratna Iskana)