sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Manajemen Konsisten Borong Saham BBCA, Begini Prospeknya Menurut Analis

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
19/04/2026 18:32 WIB
investor hanya perlu membayar 15 tahun laba untuk memiliki bank terbesar, paling efisien, dan paling konsisten dalam mencetak keuntungan.
Manajemen Konsisten Borong Saham BBCA, Begini Prospeknya Menurut Analis (foto: iNews Media Group)
Manajemen Konsisten Borong Saham BBCA, Begini Prospeknya Menurut Analis (foto: iNews Media Group)

Aksi borong sebagaimana disampaikan Rendy tersebut, mengacu pada data per Triwulan I-2026, di mana sejumlah Direksi BBCA memang terlihat aktif memborong saham emiten tersebut. Sebut saja Sang Presiden Direktur, Hendra Lembong, yang terpantau telah belanja saham BBCA hingga Rp7,93 miliar.

Selain itu juga Wakil Presiden Direktur John Kosasih yang juga telah membeli saham BBCA hingga Rp4,37 miliar pada Maret 2026 lalu. Kemudian Direktur Keuangan, Vera Eve Lim, yang telah menambah koleksi saham BBCAnya senilai RP3,84 miliar pada Maret 2026.

Lalu Direktur Manajerial, Frenkie Chandra, yang telah mengakumulasi saham BBCA senilai Rp2,87 miliar sejak Maret 2026 lalu. Tak ketinggalan juga Direktur BBCA lainnya, Santoso dan Lianawaty, yang masing-masing telah membeli saham BBCA dari pasar senilai Rp3,46 miliar dan Rp2,1 miliar.

"Ini tentu bukan aksi beli biasa, tapi eksekusi strategi buy on weakness, yaitu membeli aset premium saat harganya sedang terdiskon. Ini bukti kuat bahwa pihak-pihak yang paling paham kondisi 'dapur' perusahaan punya keyakinan tinggi terhadap prospek jangka panjang BCA," ujar Rendy.

Keyakinan manajemen ini, dalam pandangan Rendy, sejalan dengan realitas valuasi saham BBCA saat ini. Dengan menggunakan pendekatan Price Earning Ratio (PER), misalnya, saham BBCA saat ini hanya diperdagangkan di kisaran PER 15 kali.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement