Sementara itu, profitabilitas Mandom membaik, tercermin dari rasio beban pokok penjualan terhadap total penjualan dari 87 persen di 2024 menjadi 74,3 persen pada 2025. Alhasil, laba kotor tumbuh dari Rp242 miliar menjadi Rp552 miliar.
Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp15,3 miliar, berbalik dari rugi bersih yang dialami pada tahun sebelumnya sebesar Rp125 miliar.
Pada 2026, perseroan optimistis memandang prospek usaha, didukung oleh proyeksi ekonomi dan konsumsi yang lebih resilien. Industri komestik Industri kosmetik dan perawatan kulit diperkirakan melanjutkan momentum pertumbuhan, didorong oleh dominasi populasi muda dan preferensi terhadap produk yang lebih personal dan terdigitalisasi.
Mandom akan mengoptimalkan momentum pada kategori utama, memperkuat pengelolaan distribusi domestik dan internasional secara selektif, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi untuk mendorong efisiensi dan produktivitas. Fokus diarahkan pada inovasi produk yang relevan dan penguatan engagement konsumen guna mendukung pertumbuhan yang sehat dan berdaya saing jangka panjang.
(Rahmat Fiansyah)