Manajemen menyebutkan, penetapan harga pelaksanaan mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kondisi pasar saat ini, kemampuan pemegang saham untuk berpartisipasi, kondisi keuangan perseroan, serta kebutuhan pendanaan.
Lebih lanjut, akuisisi Jungleland dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Kawasan tersebut berada di Sentul dengan dukungan fasilitas premium dan infrastruktur yang memadai, sehingga dinilai lebih cepat dikembangkan dan menghasilkan pendapatan dibandingkan lahan eksisting perseroan.
Saat ini, lahan pengembangan perumahan berskala besar milik perseroan masih terkonsentrasi di wilayah Kota Bogor dan Jonggol. Dengan masuknya aset Jungleland di kawasan Sentul, JGLE berharap dapat memperluas diversifikasi portofolio properti.
(DESI ANGRIANI)