Sementara itu, laba bersih PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) diproyeksikan turun 18,6 persen secara kuartalan.
Tekanan terhadap prospek sektor juga terlihat dari realisasi laba.
BRIDS memperkirakan laba bersih sektor sepanjang sembilan bulan pertama 2026 telah mencapai 82 persen dari proyeksi tahun buku 2026 dan 83 persen dari konsensus pasar.
Artinya, porsi laba yang harus dikejar pada kuartal IV-2026 semakin besar, sementara ruang untuk kejutan positif terhadap ekspektasi pasar menjadi lebih terbatas.
Dari sisi komoditas, kinerja masing-masing subsektor juga bergerak berbeda. Harga tembaga mendekati rekor di USD14.550 per ton, sedangkan treatment charge (TC) tembaga spot berada di minus USD230 per ton.
Harga timah juga bertahan di atas USD50.000 per ton.
Kondisi tersebut didukung penurunan stok di London Metal Exchange (LME) yang telah berkurang sekitar separuh dari level puncaknya pada Juni 2026.