Sebaliknya, harga emas telah turun sekitar 26 persen dari puncaknya pada Januari 2026, seiring real yield Amerika Serikat yang berada di sekitar 3 persen.
Harga nikel LME juga berada di level terendah tahun ini dengan stok yang terlihat mendekati rekor, sekitar 480.000 ton.
Tekanan lain berasal dari biaya produksi.
Harga minyak mentah Brent yang berada di atas USD100 per barel dan sulfur sekitar USD1.200 per ton berpotensi menekan margin fasilitas high-pressure acid leaching (HPAL) dan rotary kiln electric furnace (RKEF).
Meski outlook sektor diturunkan menjadi neutral, sejumlah emiten masih memiliki katalis masing-masing.
AMMN menjadi pilihan utama dengan basis pertumbuhan yang ditopang volume. BRIDS memperkirakan laba AMMN pada sembilan bulan pertama 2026 telah mencapai 99 persen dari konsensus tahun buku 2026, sehingga terdapat potensi kenaikan terhadap ekspektasi laba pasar.