Meski begitu, risiko tambahan masih terbuka. Selain potensi penyesuaian free float oleh MSCI, investor juga perlu mencermati langkah FTSE.
Jika FTSE mengadopsi pendekatan serupa dalam evaluasinya pada 22 Mei 2026, CGSI memperkirakan potensi tambahan arus keluar dana pasif sekitar USD550 juta, yang bisa terjadi pada 19 Juni 2026.
Di luar itu, risiko lain berasal dari kemungkinan perubahan metodologi free float MSCI yang dapat mengecualikan sebagian kategori investor dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Skenario ini secara teoretis dapat memicu tambahan outflow hingga USD2 miliar, meski peluangnya dinilai kecil dan paling cepat terjadi pada evaluasi Agustus 2026.
CGSI berpandangan penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market masih kecil kemungkinannya saat ini.