CGSI memperkirakan arus keluar dana pasif sekitar USD2 miliar atau setara dengan Rp34 triliun, yang sebagian besar berasal dari segmen Standard Cap, dan diperkirakan terjadi pada 29 Mei 2026, sehari sebelum rebalancing efektif.
Namun, tekanan tersebut dinilai sudah cukup diantisipasi pasar.
“Kami menilai arus keluar dana pasif tersebut kemungkinan besar sudah sebagian besar tercermin dalam pergerakan pasar,” tulis analis CGSI.
Sejak peringatan MSCI pada 27 Januari 2026, IHSG telah mencatatkan net foreign outflow atau arus keluar dana asing sekitar USD2,48 miliar.
Bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets pun berpotensi turun dari 0,84 persen menjadi 0,65 persen.
Di sisi lain, pernyataan terbaru MSCI dinilai lebih netral dibandingkan sebelumnya, sehingga memberi sentimen sedikit positif.