IDXChannel—Simak deretan saham pemberat (laggard) IHSG sepanjang perdagangan Mei 2026. Bulan lalu, Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.127, melemah 11,92 persen secara bulanan.
Pada periode yang sama, nilai kapitalisasi pasar IHSG juga turun hingga 13,35 persen secara bulanan menjadi Rp10.729 triliun. Selain itu, seluruh indeks sektoral mencatatkan penurunan kinerja rata-rata.
Bulan lalu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi pemberat IHSG dengan bobot terbesar, yakni –99,03 poin. Sebulan sebelumnya (April), DSSA juga menjadi laggard bagi IHSG dengan bobot sebesar –90,39 poin.
Selain itu, ada tiga saham milik Prajogo Pangestu yang masuk dalam deretan saham pemberat IHSG pada Mei. Sedangkan pada April, hanya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang masuk dalam daftar ini dengan bobot –29,14 poin.
Kemudian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang pada April menduduki urutan kedua dalam daftar saham pemberat IHSG, kini berada di urutan ke-16 dengan bobot sebesar –14,05 poin.