Target tersebut mencerminkan valuasi 8,7 kali price to earnings (P/E) FY2027, dengan pertumbuhan laba per saham (EPS) sebesar 11,6 persen dan dividend yield 5,9 persen.
CGSI melihat kuartal IV-2026 akan diwarnai sejumlah faktor yang dapat menentukan arah pasar. Salah satunya adalah perkembangan pembekuan (freeze) indeks Indonesia oleh MSCI yang akan kembali diperbarui pada akhir Oktober 2026.
Dalam skenario dasar CGSI, MSCI diperkirakan mempertahankan status quo dengan memperpanjang pembekuan dan melakukan peninjauan setiap tiga bulan.
Namun, nada komunikasi MSCI akan menjadi perhatian pasar. Sinyal yang lebih positif berpotensi mengangkat pasar, sedangkan pernyataan yang lebih keras terkait risiko penurunan status dapat menekan IHSG.
Tekanan eksternal juga datang dari harga minyak dan kebijakan bank sentral global.