IDXChannel - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) meraup laba bersih sebesar USD54 juta atau Rp835 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut melonjak tajam dari USD6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, serta kenaikan harga jual rata-rata bijih nikel. Pendapatan MBMA mencapai USD1,05 miliar pada enam bulan pertama 2026, naik 67 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA melonjak 306 persen menjadi USD311 juta.
Peningkatan kinerja terutama berasal dari kontribusi bisnis bijih nikel, Nickel Pig Iron (NPI), dan High-Grade Nickel Matte (HGNM). Selain kenaikan volume penjualan, kinerja perseroan turut didukung penerapan formula baru Harga Patokan Mineral (HPM) untuk bijih nikel. Penjualan asam dari operasi Acid, Iron, Metal (AIM) PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) juga memberikan tambahan pendapatan.
Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo mengatakan, kinerja semester I-2026 mencerminkan penguatan eksekusi di seluruh operasi nikel terintegrasi perseroan.
“Kinerja semester I-2026 mencerminkan penguatan eksekusi di seluruh operasi nikel terintegrasi MBMA. Peningkatan volume penambangan dan kinerja pengolahan yang lebih baik telah mendorong peningkatan laba secara signifikan. Kami akan menjaga momentum ini melalui disiplin operasional, peningkatan efisiensi secara berkelanjutan, serta eksekusi proyek-proyek pertumbuhan untuk semakin memperkuat posisi MBMA dalam rantai nilai nikel dan material baterai,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).